pti.umsida.ac.id — Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Fakultas Pendidikan dan Studi Islam (FPSI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II di SMK Negeri 2 Buduran sebagai upaya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pembelajaran dan profesi keguruan.
Kegiatan yang berlangsung mulai 14 September hingga 23 Oktober 2026 tersebut memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengenal dunia pendidikan secara nyata di lingkungan sekolah.
Melalui PLP II, mahasiswa tidak hanya mengamati proses pembelajaran, tetapi juga terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan administrasi sekolah.
Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pembelajaran yang sesungguhnya.
Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal karakteristik peserta didik, memahami budaya sekolah, serta membangun keterampilan profesional sebagai calon pendidik.
Selain itu, mahasiswa juga menyusun perangkat pembelajaran dan melaksanakan praktik mengajar dengan pendampingan dari guru pamong.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja sebagai tenaga pendidik yang kompeten dan profesional.
Adaptasi Menjadi Tantangan dalam Proses Pembelajaran
Pelaksanaan PLP II memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di lingkungan sekolah.
Salah satu tantangan yang paling dirasakan mahasiswa adalah proses adaptasi dengan peserta didik dan lingkungan belajar yang baru.
Ketua PLP II di SMKN 2 Buduran, M. Alno Bagas Wijaya, mengungkapkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi salah satu aspek penting selama menjalankan praktik mengajar.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu membangun hubungan yang baik dengan peserta didik meskipun masih berstatus sebagai calon guru.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua peserta didik langsung menunjukkan sikap yang sesuai terhadap mahasiswa praktikan sehingga diperlukan pendekatan yang tepat dalam membangun komunikasi.
Selain itu, mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif selama proses pembelajaran berlangsung.
Pengalaman tersebut menjadi media pembelajaran yang berharga untuk melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pengelolaan kelas.
Mahasiswa belajar memahami bahwa tugas seorang pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, mengarahkan, dan mengelola berbagai karakter peserta didik.
Proses tersebut membantu mahasiswa mengembangkan sikap profesional yang diperlukan ketika nantinya terjun sebagai guru di dunia pendidikan.
PLP II SMKN 2 Buduran Tingkatkan Kompetensi Calon Guru
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam menjalin kerja sama dengan guru dan tenaga kependidikan di sekolah.
Interaksi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan kerja yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.
Mahasiswa dapat mempelajari berbagai tugas dan tanggung jawab guru yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar di dalam kelas.
Berbagai pengalaman tersebut memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan.
Lingkungan sekolah yang terbuka dan dukungan dari para guru turut memberikan kesan positif selama pelaksanaan PLP II.
Mewakili peserta PLP II, M. Alno Bagas Wijaya mengaku memperoleh banyak pengalaman baru yang dapat menjadi bekal untuk meniti karier sebagai pendidik profesional.
Ia juga mengapresiasi sambutan baik dari para guru yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan sekolah.
Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh selama PLP II menjadi modal penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia pendidikan.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kepercayaan diri sekaligus mengasah kompetensi pedagogik yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Melalui praktik mengajar, mahasiswa dapat mengevaluasi kemampuan diri serta memahami aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan sebelum memasuki dunia kerja.
Pengalaman Lapangan Jadi Bekal Menuju Guru Profesional
PLP II menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk calon guru yang adaptif, kompeten, dan profesional.
Kegiatan ini memungkinkan mahasiswa untuk merasakan secara langsung berbagai dinamika yang terjadi dalam proses pendidikan di sekolah.
Pengalaman yang diperoleh selama PLP II tidak hanya memperkuat kemampuan mengajar, tetapi juga membangun kesiapan mental dan profesionalisme mahasiswa.
Melalui program tersebut, mahasiswa PTI Umsida diharapkan mampu menjadi tenaga pendidik yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan pedagogik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan.
Pelaksanaan PLP II di SMKN 2 Buduran menjadi bukti komitmen UMSIDA dalam menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia.

















