PTI Menuju Merdeka Belajar Melalui Kampus Mengajar Perintis (KMP)

Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Dinda Amelia dan Siti Uswatun Hasanah

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemdikbud RI sejak 24 Januari 2020 dan rencananya akan dimulai dilaksanakan pada tahun 2021 pelaksanaannya akan dimajukan mulai 14 September 2020.  Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) ini  bertujuan untuk mendorong mahasiswa dalam penguasaan berbagai bidang keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, dalam hal ini FKIP terutama bidang pendidikan.

Program MBKM yang diturunkan menjadi Kampus Mengajar Perintis (KMP) Kemdikbud  RI ini akan dilaksanakan selama 3 bulan penuh di sejumlah sekolah dasar di seluruh pelosok Indonesia. Program KMP ini dilaksanakan di sekolah dasar di lingkungan terdekat mahasiswa berasal atau mahasiswa tinggal. Misalnya, mahasiswa FPIP UMSIDA yang berasal dari Sidoarjo maka mahasiswa tersebut dalam memilih Program KMP ini di SD sekitar Sidoarjo. Syaratnya adalah sekolah dasar yang terkareditasi maksimal B, dan diutamakan di SD yang terakreditasi C atau bahkan belum terakreditasi.

Pembekalan Melalui via Zoom

Program KMP versi Kemdikbud ini direncanakan akan melibatkan sebanyak 2.000 mahasiswa yang berrasal dari seluruh LPTK baik negeri maupun swasta seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan di sekolah atau setara 1.750 jam. Sasaran program KMP ini adalah pembelajaran siswa di sekolah dengan protokol kesehatan, atau mendampingi guru dalam IT pembelajaran, atau mendampingi manajemen sekolah selama masa pandemi. Namun dalam hal ini perguruan tinggi swasta yang berada di daerah sidoarjo yaitu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada fakultas psikologi dan pendidikan di Prodi Pendidikan Teknologi dan Informasi ini, terdapat 2 mahasiswa semester 5 dengan nama Dinda Amelia dan juga mahasiwa semester 7 dengan nama Siti Uswatun Hasanah  yang telah mengikuti program beasiswa program KMP tersebut.

Awal mulanya mereka mendapat rekomendasi dari Kaprodi untuk mengikuti program tersebut. Lalu mereka mengikuti sederet tahapan seleksi salah satunya mengirim data-data yang diperlukan. Semua itu prosesnya lumayan lama dan rumit. Setelah tanggal pengumuman hasil seleksi tiba, mahasiswa PTI dinyatakan lolos dalam program tersebut. Dalam program ini kedua mahasiswa tersebut mengabdikan keterampilan mengajarnya kepada sekolah-sekolah dasar yang belum mendapatkan akreditasi dan membantu berjalannya sekolah online pada masa pandemi saat ini.

Related Posts

PTI Bersama Membagi Keceriaan di Bulan Yang Suci Melalui Berbagi Takjil

Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan...

SELAMAT! PRODI PTI RAIH PENGHARGAAN PRODI BERKINERJA TERBAIK KE-1 DI UMSIDA

Selamat dan sukses kepada PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (PTI) Universitas...

Leave a Reply