Generasi Pembenah Bangsa (Mengangkat nilai – nilai religious dan rasionalitas )

Generasi milenial lahir dan tumbuh dewasa di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku dan karakter mereka yang berbeda dengan generasi sebelumnya, yaitu dengan keinginan untuk berproses, multitasking, dan hasrat untuk memperoleh hasil dengan cepat. Namun, jika tidak dikelola menjadi pengetahuan, banyaknya informasi yang diterima itu akan menjadikan generasi yang hanya cakap dalam berbicara saja tanpa mengetahui dasar-dasar sesungguhnya.

Mahasiswa merupakan aset bangsa yang perlu dibina dan dikembangkan. Sebagai generasi muda, kelangsungan suatu bangsa untuk masa yang akan datang sangat tergantung kepada mahasiswa yang ada saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali dengan berbagai keahlian seperti keahlian dalam bidang Organisasi, Manajemen dan Kepemipinan (Leadership).

 

Kepemimpinan merupakan sebuah kemampuan atau kekuatan dalam diri seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana tujuannya adalah untuk mencapai target (goal) organisasi yang telah ditentukan. Menjadi seorang pemimpin yang baik pada masa masyarakat milenial saat ini dan kedepan menjadi satu tantangan yang kritis. Pemimpin harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemimpin harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemimpin juga harus memliki sifat berani mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan rakyat atau golongannya. Yang terpenting dari semua karakter tersebut seorang pemimpin harus memiliki sifat jujur, karena ketidakjujuran bisa merusak sendi-sendi dalam berbangsa dan bernegara. Ketidakjujuran adalah sebuah penyakit yang sangat sulit diobati. Sekali melakukan kebohongan akan menuntut ketidakjujuran-ketidakjujuran berikutnya. Seorang pemimpin harus selesai terhadap dirinya sendiri. Dia tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, kelompok, maupun partai di atas kepentingan rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus selesai terhadap dirinya sendiri. Dia tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, kelompok, maupun partai di atas kepentingan rakyat yang dipimpinnya.

 

 

  • Kegiatan ini telah dilaksanakan pada : Hari Sabtu-Minggu, tanggal 21 Oktober 2019
  • Tempat : Villa HMD Sempur, Seloliman, Kec. Trawas, Mojokerto, Jawa Timur
  • Diklat ini telah diikuti oleh  seluruh calon HIMA se-FPIP

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *